007. BELIMBING WULUH BUAH

BUAH BELIMBING WULUH

Averrhoae Bilimbi Fructus

Buah belimbing wuluh adalah buah segar Averrhoa bilimbi L., suku Oxalidaceae, mengandung flavonoid total tidak kurang dari 0,05% dihitung sebagai rutin.

Identitas Simplisia

Pemerian Berupa buah bentuk lonjong, permukaan halus dan licin berwarna hijau; tidak berbau; rasa sangat asam.

Simplisia belimbing wuluh

Senyawa identitas Rutin

Struktur kimia:

Rutin

Pola kromatografi

Lakukan Kromatografi lapis tipis seperti tertera pada Kromatografi <61> dengan parameter sebagai berikut :

Fase gerak : Etil asetat P-n-butanol P-asam format P (5:4:1)

Fase diam : Silika gel 60 F254

Larutan uji : 5% dalam etanol P, gunakan Larutan uji KLT seperti tertera pada Kromatografi <61>

Larutan pembanding : Rutin 0,1% dalam etanol P

Volume penotolan : 80 µL Larutan uji dan 0,5 µL Larutan pembanding

Deteksi : Sitroborat LP, panaskan lempeng pada suhu 100° selama 5-10 menit dan UV366

Susut pengeringan <111> Tidak lebih dari 96,6%

Abu total < 81> Tidak lebih dari 0,3%

Abu tidak larut asam < 82> Tidak lebih dari 0,01%

Sari larut air <91> Tidak kurang dari 1,4%

Sari larut etanol <92> Tidak kurang dari 2,8%

Kandungan Kimia Simplisia

Kadar flavonoid total Tidak kurang dari 0,05% dihitung sebagai rutin

Lakukan penetapan kadar sesuai dengan Penetapan Kadar Flavonoid Total <151> Metode 2.

Larutan uji Timbang saksama lebih kurang 500 mg simplisia, haluskan, masukkan ke dalam labu Erlenmeyer, tambahkan 10 mL etanol P, ekstraksi dengan sonikasi selama 1 jam pada suhu 50°. Saring ke dalam labu tentukur 10-mL, tambahkan etanol P melalui penyaring sampai tanda.

Larutan pembanding Timbang saksama lebih kurang 10 mg rutin, masukkan ke dalam labu tentukur 10-mL, larutkan dan tambahkan etanol P sampai tanda. Buat seri pengenceran larutan pembanding dengan kadar berturut-turut 400, 350, 300, 250, 200, 150, 100, dan 50 µg/mL.

Prosedur Pipet secara terpisah 0,3 mL Larutan uji dan masing-masing seri Larutan pembanding ke dalam wadah yang sesuai, tambahkan pada masing-masing 1,5 mL etanol P, 0,1 mL aluminium klorida P 10%, 0,1 mL natrium asetat 1 M dan 2,8 mL air. Kocok dan diamkan selama 30 menit pada suhu ruang. Ukur serapan pada panjang gelombang serapan maksimum lebih kurang 440 nm. Lakukan pengukuran blangko dengan cara yang sama, tanpa penambahan aluminium klorida. Buat kurva kalibrasi.

Hitung persentase flavonoid total sebagai rutin dalam simplisia dengan kurva baku atau dengan rumus:

Cp = Kadar Larutan pembanding

Au = Serapan Larutan uji

Ap = Serapan Larutan pembanding

V = Volume Larutan uji sebelum pengenceran

f = Faktor pengenceran

W = Bobot bahan uji

EKSTRAK KENTAL BUAH BELIMBING WULUH

Averrhoae Bilimbi Fructi Extractum Spissum

Ekstrak kental buah belimbing wuluh adalah ekstrak yang dibuat dari simplisia segar buah Averrhoa bilimbi L., suku Oxalidaceae, mengandung flavonoid total tidak kurang dari 0,90% dihitung sebagai rutin.

Pembuatan Ekstrak <311>

Rendemen Tidak kurang dari 3,3%

Gunakan etanol P sebagai pelarut

Identitas Ekstrak

Pemerian Ekstrak kental; warna hijau kehitaman; bau khas; rasa asam.

Senyawa identitas Rutin

Kadar air <83> Tidak lebih dari 12,9%

Abu total <81> Tidak lebih dari 8,9%

Abu tidak larut asam <82> Tidak lebih dari 0,4%

Kandungan Kimia Ekstrak

Kadar flavonoid total Tidak kurang dari 0,90% dihitung sebagai rutin.

Lakukan penetapan kadar sesuai dengan Penetapan Kadar Flavonoid Total <151> Metode 2.

Larutan uji Timbang saksama lebih kurang 200 mg ekstrak, masukkan ke dalam labu Erlenmeyer, tambahkan 10 mL etanol P, sonikasi pada suhu 50° hingga seluruh ekstrak terlarut. Saring ke dalam labu tentukur 10-mL, tambahkan etanol P melalui penyaring sampai tanda.

Larutan pembanding Timbang saksama lebih kurang 10 mg rutin, masukkan ke dalam labu tentukur 10-mL, larutkan dan tambahkan etanol P sampai tanda. Buat seri pengenceran larutan pembanding dengan kadar berturut-turut 400, 350, 300, 250, 200, 150, 100, dan 50 µg/mL.

Prosedur Pipet secara terpisah 0,3 mL Larutan uji dan masing-masing seri Larutan pembanding ke dalam wadah yang sesuai, tambahkan pada masing-masing 1,5 mL etanol P, 0,1 mL aluminium klorida P 10%, 0,1 mL natrium asetat 1 M dan 2,8 mL air. Kocok dan diamkan selama 30 menit pada suhu ruang. Ukur serapan pada panjang gelombang serapan maksimum lebih kurang 440 nm. Lakukan pengukuran blangko dengan cara yang sama, tanpa penambahan aluminium klorida. Buat kurva kalibrasi.

Hitung persentase flavonoid total sebagai rutin dalam ekstrak dengan kurva baku atau dengan rumus:

Cp = Kadar Larutan pembanding

Au = Serapan Larutan uji

Ap = Serapan Larutan pembanding

V = Volume Larutan uji sebelum pengenceran

f = Faktor pengenceran

W = Bobot bahan uji