004. BAWANG MERAH UMBI LAPIS

UMBI LAPIS BAWANG MERAH

Allii Cepae Bulbus

Umbi lapis bawang merah adalah umbi lapis kering Allium cepa L., suku Amaryllidaceae, mengandung flavonoid total tidak kurang dari 0,24% dihitung sebagai kuersetin.

Identitas Simplisia

Pemerian Berupa umbi lapis menebal, berdaging, berkerut, kerutan memanjang dari bagian pangkal ke ujung, pangkal tebal, kaku, beruas-ruas, ujung tumpul sampai runcing; warna merah keputihan, kulit umbi berwarna merah, tipis berlapis; bau khas; rasa pedas.

Simplisia umbi lapis bawang merah

Mikroskopis

Fragmen pengenal adalah parenkim dengan kristal kalsium oksalat bentuk prisma, parenkim dengan sel minyak, berkas pengangkut dengan penebalan tipe tangga serta epidermis dan parenkim.

  1. Parenkim dengan kristal kalsium oksalat bentuk prisma

  1. Parenkim dengan sel minyak

 
  1. Berkas pengangkut dengan penebalan tipe tangga

  1. Epidermis dan parenkim

 

Fragmen serbuk simplisia umbi lapis bawang merah

Senyawa identitas Alisin

Struktur kimia:

Alisin

Pola kromatografi

Lakukan Kromatografi lapis tipis seperti tertera pada Kromatografi <61> dengan parameter sebagai berikut:

Fase gerak : Toluen P-aseton P-asam format P (6:6:1)

Fase diam : Silika gel 60 F254

Larutan uji : 5% dalam etanol P, gunakan Larutan uji KLT seperti tertera pada Kromatografi <61>

Larutan pembanding : Kuersetin 0,1% dalam etanol P

Volume penotolan : 80 µL Larutan uji dan 10 µL Larutan pembanding

Deteksi : Sitroborat LP, panaskan lempeng pada suhu 100° selama 5-10 menit dan UV366

Susut pengeringan <111> Tidak lebih dari 17,4%

Abu total <81> Tidak lebih dari 5,1%

Abu tidak larut asam <82> Tidak lebih dari 0,5%

Sari larut air <91> Tidak kurang dari 34,9%

Sari larut etanol <92> Tidak kurang dari 43,2%

Kandungan Kimia Simplisia

Kadar flavonoid total Tidak kurang dari 0,24% dihitung sebagai kuersetin

Lakukan penetapan kadar sesuai dengan Penetapan Kadar Flavonoid Total <151> Metode 2.

Larutan uji Timbang saksama lebih kurang 500 mg serbuk simplisia, masukkan ke dalam labu Erlenmeyer, tambahkan 10 mL etanol P, ekstraksi dengan sonikasi selama 1 jam pada suhu 50°. Saring ke dalam labu tentukur 10-mL, tambahkan etanol P melalui penyaring sampai tanda.

Larutan pembanding Timbang saksama lebih kurang 10 mg kuersetin, masukkan ke dalam labu tentukur 10-mL, larutkan dan tambahkan etanol P sampai tanda. Buat seri pengenceran Larutan pembanding dengan kadar berturut-turut 400, 350, 300, 250, 200, 150, 100, dan 50 µg/mL.

Prosedur Pipet secara terpisah 0,3 mL Larutan uji dan masing-masing seri Larutan pembanding ke dalam wadah yang sesuai, tambahkan pada masing-masing 1,5 mL etanol P, 0,1 mL aluminium klorida P 10%, 0,1 mL natrium asetat 1 M dan 2,8 mL air. Kocok dan diamkan selama 30 menit pada suhu ruang. Ukur serapan pada panjang gelombang serapan maksimum lebih kurang 435 nm. Lakukan pengukuran blangko dengan cara yang sama, tanpa penambahan aluminium klorida. Buat kurva kalibrasi.

Hitung persentase flavonoid total sebagai kuersertin dalam serbuk simplisia dengan kurva baku atau dengan rumus:

Cp = Kadar Larutan pembanding

Au = Serapan Larutan uji

Ap = Serapan Larutan pembanding

V = Volume Larutan uji sebelum pengenceran

f = Faktor pengenceran

W = Bobot bahan uji

EKSTRAK KENTAL UMBI LAPIS BAWANG MERAH

Allii Cepae Bulbi Extractum Spissum

Ekstrak kental umbi lapis bawang merah adalah ekstrak yang dibuat dari simplisia umbi lapis Allium cepa L., suku Amaryllidaceae, mengandung flavonoid total tidak kurang dari 2,73% dihitung sebagai kuersetin.

Pembuatan Ekstrak <311>

Rendemen Tidak kurang dari 27,1%

Gunakan etanol P sebagai pelarut.

Identitas Ekstrak

Pemerian Ekstrak kental; warna cokelat kehitaman; bau khas; rasa pedas.

Senyawa identitas Alisin

Kadar air <83> Tidak lebih dari 12,2%

Abu total <81> Tidak lebih dari 10,7%

Abu tidak larut asam <82> Tidak lebih dari 0,3%

Kandungan Kimia Ekstrak

Kadar flavonoid total Tidak kurang dari 2,73% dihitung sebagai kuersetin

Lakukan penetapan kadar sesuai dengan Penetapan Kadar Flavonoid Total <151> Metode 2.

Larutan uji Timbang saksama lebih kurang 200 mg ekstrak, larutkan dalam 10 mL etanol P di dalam labu Erlenmeyer, sonikasi pada suhu 50° hingga seluruh ekstrak terlarut. Saring ke dalam labu tentukur 10-mL, tambahkan etanol P melalui penyaring sampai tanda.

Larutan pembanding Timbang saksama lebih kurang 10 mg kuersetin, masukkan ke dalam labu tentukur 10-mL, larutkan dan tambahkan etanol P sampai tanda. Buat seri pengenceran larutan pembanding dengan kadar berturut-turut 400, 350, 300, 250, 200, 150, 100, dan 50 µg/mL.

Prosedur Pipet secara terpisah 0,3 mL Larutan uji dan masing-masing seri Larutan pembanding ke dalam wadah yang sesuai, tambahkan pada masing-masing 1,5 mL etanol P, 0,1 mL aluminium klorida P 10%, 0,1 mL natrium asetat 1 M dan 2,8 mL air. Kocok dan diamkan selama 30 menit pada suhu ruang. Ukur serapan pada panjang gelombang serapan maksimum lebih kurang 435 nm. Lakukan pengukuran blangko dengan cara yang sama, tanpa penambahan aluminium klorida. Buat kurva kalibrasi.

Hitung persentase flavonoid total sebagai kuersertin dalam ekstrak dengan kurva baku atau dengan rumus:

Cp = Kadar Larutan pembanding

Au = Serapan Larutan uji

Ap = Serapan Larutan pembanding

V = Volume Larutan uji sebelum pengenceran

f = Faktor pengenceran

W = Bobot bahan uji