Alang-Alang Akar

AKAR ALANG-ALANG

Imperatae Cylindricae Radix

Akar alang-alang adalah akar Imperata cylindrica (L.) Raeusch., suku Poaceae, mengandung kumarin total tidak kurang dari 0,25% dihitung sebagai skopoletin.

Identitas Simplisia

Pemerian Berupa potongan akar, bentuk silindris, beruas-ruas, setiap ruas licin, kasar di bagian buku-buku akar, kadang buku-buku akar tajam; ruas berwarna kuning muda, buku-buku berwarna kuning kecokelatan; tidak berbau; mula-mula tidak berasa lama-lama manis.

Simplisia akar alang-alang

Mikroskopis

Fragmen pengenal adalah berkas pengangkut dengan penebalan tipe jala, parenkim, epidermis, jaringan gabus dan bagian dari xilem.

G:\microscopic\selected alang2\6.bmp G:\microscopic\selected alang2\8 Sel gabus.bmp
  1. Berkas pengangkut dengan penebalan tipe jala

  1. Parenkim, epidermis, dan jaringan gabus

G:\microscopic\selected alang2\9.jpg G:\microscopic\selected alang2\13.jpg
  1. Jaringan gabus (10x10)

  1. Bagian dari xilem

Fragmen serbuk simplisia akar alang-alang

Senyawa identitas Skopoletin

Struktur kimia:

Skopoletin

Pola kromatografi

Lakukan Kromatografi lapis tipis seperti tertera pada Kromatografi <61> dengan parameter sebagai berikut:

Fase gerak : n-Heksan P-etil asetat P (1:1)

Fase diam : Silika gel 60 F254

Larutan uji : 0,1% dalam metanol P, gunakan Larutan uji KLT seperti tertera pada Kromatografi <61>

Larutan pembanding : Skopoletin 0,1% dalam metanol P

Volume penotolan : Masing-masing 10 µL Larutan uji dan Larutan pembanding

Deteksi : UV366

Susut pengeringan <111> Tidak lebih dari 10%

Abu total <81> Tidak lebih dari 4,9%

Abu tidak larut asam <82> Tidak lebih dari 4,1%

Sari larut air <91> Tidak kurang dari 14,7%

Sari larut etanol <92> Tidak kurang dari 14,8%

Kandungan Kimia Simplisia

Kadar kumarin total Tidak kurang dari 0,25% dihitung sebagai skopoletin

Lakukan penetapan kadar kumarin total secara Spektrofotometri <51>.

Larutan uji Timbang saksama lebih kurang 200 mg serbuk simplisia, masukkan ke dalam labu Erlenmeyer, tambahkan 25 mL etanol P, aduk dengan pengaduk magnetik selama 1 jam. Saring ke dalam labu tentukur 25-mL, tambahkan etanol P melalui penyaring sampai tanda.

Larutan pembanding Timbang saksama lebih kurang 10 mg skopoletin, masukkan ke dalam labu tentukur 25-mL, larutkan dan tambahkan etanol P sampai tanda. Buat pengenceran secara kuantitatif jika perlu bertahap hingga kadar 60, 50, 40, 30, 20 dan 10 µg/mL.

Prosedur Pipet secara terpisah 0,5 mL Larutan uji dan dan masing-masing seri Larutan pembanding ke dalam wadah yang sesuai. Ukur serapan pada pada panjang gelombang serapan maksimum lebih kurang 290 nm. Lakukan pengukuran blangko dengan cara yang sama. Buat kurva kalibrasi.

Hitung persentase kumarin total sebagai skopoletin dalam serbuk simplisia dengan kurva baku atau dengan rumus:

Cp = Kadar Larutan pembanding

Au = Serapan Larutan uji

Ap = Serapan Larutan pembanding

V = Volume Larutan uji sebelum pengenceran

f = Faktor pengenceran

W = Bobot bahan uji

EKSTRAK KENTAL AKAR ALANG-ALANG

Imperatae Radix Extractum Spissum

Ekstrak kental akar alang-alang adalah ekstrak yang dibuat dari akar Imperata cylindrica (L.) Raeusch., suku Poaceae, mengandung kumarin total tidak kurang dari 2,25% dihitung sebagai skopoletin.

Pembuatan Ekstrak <311>

Rendemen Tidak kurang dari 18,4%

Identitas Ekstrak

Pemerian Ekstrak kental; warna cokelat; bau khas; tidak berasa.

Senyawa identitas Skopoletin

Kadar air <83> Tidak lebih dari 12,3%

Abu total <81> Tidak lebih dari 3,5%

Abu tidak larut asam <82> Tidak lebih dari 2,5%

Kandungan Kimia Ekstrak

Kadar kumarin total Tidak kurang dari 2,25% dihitung sebagai skopoletin

Lakukan penetapan kadar kumarin total secara Spektrofotometri <51>.

Larutan uji Timbang saksama lebih kurang 50 mg ekstrak, masukkan ke dalam labu Erlenmeyer, tambahkan 25 mL etanol P, aduk dengan pengaduk magnetik selama 1 jam. Saring ke dalam labu tentukur 25-mL, tambahkan etanol P melalui penyaring sampai tanda.

Larutan pembanding Timbang saksama lebih kurang 10 mg skopoletin, masukkan ke dalam labu tentukur 25-mL, larutkan dan tambahkan etanol P sampai tanda. Buat pengenceran secara kuantitatif jika perlu bertahap hingga kadar 60, 50, 40, 30, 20 dan 10 µg/mL.

Prosedur Pipet secara terpisah 0,5 mL Larutan uji dan masing-masing seri Larutan pembanding ke dalam wadah yang sesuai. Ukur serapan pada panjang gelombang serapan maksimum lebih kurang 290 nm. Lakukan pengukuran blangko dengan cara yang sama. Buat kurva kalibrasi.

Hitung persentase kumarin total sebagai skopoletin dalam ekstrak dengan kurva baku atau dengan rumus:

Cp = Kadar Larutan pembanding

Au = Serapan Larutan uji

Ap = Serapan Larutan pembanding

V = Volume Larutan uji sebelum pengenceran

f = Faktor pengenceran

W = Bobot bahan uji