Bawang Putih Umbi Lapis

UMBI LAPIS BAWANG PUTIH

Alii Sativi Bulbus

Umbi lapis bawang putih adalah umbi lapis segar Allium sativum L., suku Liliaceae, mengandung minyak atsiri tidak kurang dari 0,50% v/b.

Identitas Simplisia

Pemerian Berupa umbi lapis utuh, berkelompok, setiap kelompok terdiri atas beberapa umbi, bagian pangkal keras, seluruh umbi licin, ujung runcing, setiap umbi dilindungi oleh selaput yang tebal di bagian luar dan selaput tipis di bagian dalam; warna putih atau putih keunguan; bau khas; rasa agak pahit dan agak pedas.

Simplisia umbi lapis bawang putih

Mikroskopis

Fragmen pengenal adalah epidermis dengan parenkim korteks, berkas pengangkut dengan penebalan tipe tangga, parenkim dengan tetes minyak dan sklerenkim.

  1. Epidermis dengan parenkim korteks

  1. Berkas pengangkut dengan penebalan tipe tangga

  1. Parenkim dengan tetes minyak

  1. Sklerenkim

Fragmen serbuk simplisia umbi lapis bawang putih

Senyawa identitas Alilsistein

Struktur kimia:

Alilsistein

Pola kromatografi

Lakukan Kromatografi lapis tipis seperti tertera pada Kromatografi <61> dengan parameter sebagai berikut:

Fase gerak : Toluen P-etil asetat P (70:30)

Fase diam : Silika gel 60 F254

Larutan uji : 5% dalam etanol P, gunakan Larutan uji KLT seperti tertera pada Kromatografi <61>

Larutan pembanding : Alilsistein 0,1% dalam etanol P

Volume penotolan : Masing-masing 3 μL Larutan uji dan Larutan pembanding

Deteksi : UV254

S P

Susut pengeringan <111> Tidak lebih dari 10%

Abu total <81> Tidak lebih dari 3,0%

Abu tidak larut asam <82> Tidak lebih dari 1,0%

Sari larut air <91> Tidak kurang dari 5,0%

Sari larut etanol <92> Tidak kurang dari 4,0%

Kandungan Kimia Simplisia

Kadar minyak atsiri tidak kurang dari 0,50% v/b

Lakukan penetapan kadar sesuai dengan Penetapan Kadar Minyak Atsiri <71>.

EKSTRAK KENTAL UMBI LAPIS BAWANG PUTIH

Allii Sativi Bulbi Extractum Spissum

Ekstrak kental umbi lapis bawang putih adalah ekstrak kental yang dibuat dari umbi lapis segar Allium sativum L., suku Liliaceae, mengandung minyak atsiri tidak kurang dari 0,05% v/b.

Pembuatan Ekstrak <311>

Rendemen Tidak kurang dari 26%

Gunakan etanol P sebagai pelarut.

Identitas Ekstrak

Pemerian Ekstrak kental; warna cokelat; bau khas; rasa pedas, agak kelat.

Senyawa identitas Alilsistein

Kadar air <83> Tidak lebih dari 12,0%

Abu total <81> Tidak lebih dari 2,7%

Abu tidak larut asam <82> Tidak lebih dari 0,7%

Kandungan Kimia Ekstrak

Kadar minyak atsiri tidak kurang dari 0,05% v/b

Lakukan penetapan kadar sesuai dengan Penetapan Kadar Minyak Atsiri <71>.