DAUN AFRIKA
Vernoniae Amygdalinae Folium
Daun afrika adalah daun Vernonia amygdalina Delile., suku Asteraceae, mengandung flavonoid total tidak kurang dari 1,40% dihitung sebagi rutin.
Identitas Simplisia
Pemerian Berupa helaian daun, berbentuk bulat telur memanjang sampai jorong, pangkal dan ujung daun runcing, tepi bergerigi, menggulung ke permukaan atas, kedua permukaan agak kasar, pertulangan daun menyirip dengan ibu tulang daun pada permukaan bawah menonjol, kedua permukaan halus; warna hijau; tidak berbau; rasa pahit.
Simplisia daun afrika
Mikroskopis
Fragmen pengenal adalah berkas pengangkut dengan penebalan tipe jala, parenkim dengan kristal kalsium oksalat bentuk roset, rambut penutup, sklerenkim, epidermis bawah dengan stomata, dan mesofil daun dan rambut sisik.
| 1. Berkas pengangkut dengan penebalan tipe jala | 2. Parenkim dengan kristal kalsium oksalat bentuk roset |
| 3. Rambut penutup | 4. Sklerenkim |
| 5. Epidermis bawah dengan stomata | 6. Mesofil daun dan rambut sisik |
Fragmen serbuk simplisia daun afrika
Senyawa identitas Vernodalin
Struktur kimia:
Vernodalin
Pola kromatografi
Lakukan Kromatografi lapis tipis seperti tertera pada Kromatografi <61> dengan parameter sebagai berikut:
Fase gerak : Etil asetat P-asam format P-air(100:15:17)
Fase diam : Silika gel 60 F254
Larutan uji : 5% dalam etanol P, gunakan Larutan uji KLT seperti tertera pada Kromatografi <61>
Larutan pembanding : Rutin 0,1% dalam etanol P
Volume penotolan : 40 µl Larutan uji dan 0,5 µl Larutan pembanding
Deteksi : Sitroborat LP, panaskan lempeng pada suhu 100° selama 5-10 menit dan UV366
|
|
Keterangan: Rx 1. 1,29
|
Susut pengeringan <111> Tidak lebih dari 10%
Abu total <81> Tidak lebih dari 11,5%
Abu tidak larut asam <82> Tidak lebih dari 0,7%
Sari larut air <91> Tidak kurang dari 18,8%
Sari larut etanol <92> Tidak kurang dari 11,8%
Kandungan Kimia Simplisia
Kadar flavonoid total Tidak kurang dari 1,40% dihitung sebagai rutin
Lakukan penetapan kadar sesuai dengan Penetapan Kadar Flavonoid Total <151> Metode 1.
Larutan uji Timbang saksama lebih kurang 200 mg serbuk simplisia, masukkan ke dalam labu Erlenmeyer, tambahkan 25 mL etanol P, ekstraksi selama 1 jam dengan sonikasi pada suhu 50°. Saring ke dalam labu tentukur 25-mL, bilas kertas saring dengan etanol P dan tambahkan etanol P sampai tanda.
Larutan pembanding Timbang saksama lebih kurang 10 mg rutin, masukkan ke dalam labu tentukur 10-mL, larutkan dan tambahkan etanol P sampai tanda. Buat seri pengenceran larutan pembanding dengan kadar berturut-turut 100, 75, 50, dan 25 μg/mL.
Prosedur Pipet secara terpisah 0,5 mL Larutan uji dan masing-masing seri Larutan pembanding ke dalam wadah yang sesuai, tambahkan pada masing-masing 1,5 mL etanol P, 0,1 mL aluminium klorida P 10%, 0,1 mL natrium asetat 1 M dan 2,8 mL air. Kocok dan diamkan selama 30 menit pada suhu ruang. Ukur serapan pada panjang gelombang serapan maksimum lebih kurang 415 nm. Lakukan pengukuran blangko dengan cara yang sama, tanpa penambahan aluminium klorida. Buat kurva kalibrasi.
Hitung persentase flavonoid total sebagai rutin dalam serbuk simplisia dengan kurva baku atau dengan rumus:
Cp = Kadar Larutan pembanding
Au = Serapan Larutan uji
Ap = Serapan Larutan pembanding
V = Volume Larutan uji sebelum pengenceran
f = Faktor pengenceran Larutan uji
W = Bobot bahan uji
EKSTRAK KENTAL DAUN AFRIKA
Vernoniae Amygdalinae Folii Extractum Spissum
Ekstrak kental daun afrika adalah ekstrak dari daun Vernonia amygdalina Delile., suku Asteraceae, mengandung flavonoid total tidak kurang dari 6,11% dihitung sebagai rutin.
Pembuatan Esktrak <311>
Rendemen Tidak kurang dari 11,8%
Identitas Ekstrak
Pemerian Ekstrak kental; warna hijau kehitaman; bau khas; rasa pahit.
Senyawa identitas Vernodalin
Kadar air <83> Tidak lebih dari 12,5%
Abu total <81> Tidak lebih dari 10,2%
Abu tidak larut asam <82> Tidak lebih dari 0,6%
Kandungan Kimia Ekstrak
Kadar flavonoid total Tidak kurang dari 6,11% dihitung sebagai rutin
Lakukan penetapan kadar sesuai dengan Penetapan Kadar Flavonoid Total <151> Metode 1.
Larutan uji Timbang saksama lebih kurang 200 mg ekstrak, masukkan ke dalam tabung reaksi, tambahkan 10 mL etanol P, sonikasi sampai semua ekstrak terlarut. Saring ke dalam labu tertukur 10-mL, bilas kertas saring dengan etanol P dan tambahkan etanol P sampai tanda.
Larutan pembanding Timbang saksama lebih kurang 10 mg rutin, masukkan ke dalam labu tentukur 10-mL, larutkan dan tambahkan etanol P sampai tanda. Buat seri pengenceran larutan pembanding dengan kadar berturut-turut 100, 75, 50, dan 25 μg/mL
Prosedur Pipet secara terpisah 0,5 mL Larutan uji dan masing-masing seri Larutan pembanding ke dalam wadah yang sesuai, tambahkan pada masing-masing 1,5 mL etanol P, 0,1 mL aluminium klorida P 10%, 0,1 mL natrium asetat 1 M dan 2,8 mL air. Kocok dan diamkan selama 30 menit pada suhu ruang. Ukur serapan pada panjang gelombang serapan maksimum lebih kurang 415 nm. Lakukan pengukuran blangko dengan cara yang sama, tanpa penambahan aluminium klorida. Buat kurva kalibrasi.
Hitung persentase flavonoid total sebagai rutin dalam ekstrak dengan kurva baku atau dengan rumus:
Cp = Kadar Larutan pembanding
Au = Serapan Larutan uji
Ap = Serapan Larutan pembanding
V = Volume Larutan uji sebelum pengenceran
f = Faktor pengenceran Larutan uji
W = Bobot bahan uji