GOM BIJI ASAM JAWA
Tamarind Seed Polysaccharide
CAS [39386-78-2];
SINONIM Tamarind seed gum, Tamarind gum, Tamarind xyloglucan, Tamarind seed xyloglucan, Tamarind galactoxyloglucan
DEFINISI Gom biji asam jawa merupakan polisakarida dengan bobot molekul besar (400 – 6000 kDa), diperoleh dari inti biji asam jawa dengan mengupas dan menghancurkan biji Tamarindus indica L. Terdiri dari rantai linier unit D-glukosa yang dihubungkan dengan ikatan β(1-4) glikosidik. Unit-unit D-xilosa tunggal terikat pada lebih kurang 75% unit D-glukosa melalui ikatan α(1- 6). Unit-unit D-galaktosa tunggal terikat pada beberapa unit D-xilosa melalui ikatan β(1-2). Rasio molar D-glukosa: D-xilosa: D-galaktosa lebih kurang 4:3:1.
Gom biji asam jawa diperoleh dari serbuk biji asam jawa dilarutkan dalam larutan metanol-air, dan ditambah natrium hidroksida dan asam sulfat untuk mencuci dan mengatur pH. Sentrifugasi untuk memisahkan polisakarida dari beningan yang mengandung protein, lemak, dan mineral. Endapan dikeringkan, digerus, diayak dan dicampur dengan bahan pengembang berkualitas pangan untuk menstandarkan. Viskositas gom biji asam jawa tergantung dari pengaturan pH dan perlakuan basa dan/atau pemurnian dengan metanol atau 2-propanol.
Gom biji asam jawa mengandung tidak kurang dari 75% dihitung terhadap zat kering.
PEMERIAN Serbuk putih sampai cokelat muda, hampir tidak berbau.
KELARUTAN Larut dalam air panas (75o), tidak larut dalam etanol.
PENGGUNAAN Pengental, penstabil, pengemulsi dan pembentuk gel.
IDENTIFIKASI
-
Pengendapan dan pembentukan warna
Larutan natrium hidroksida Timbang saksama lebih kurang 22 g Natrium hidroksida P. Masukkan ke dalam labu tentukur 1000-ml, larutkan dan encerkan dengan air deionisasi sampai tanda. Simpan dalam botol polietilen.
Larutan jenuh natrium sulfat Timbang saksama lebih kurang 20 g Natrium sulfat P. Masukkan ke dalam labu tentukur 100-ml. Larutkan dan encerkan dengan air deionisasi sampai tanda. Simpan dalam botol polietilen.
Larutan uji (20 mg/ml) Tambahkan secara bertahap 2 g Gom biji asam jawa ke dalam 100 ml Larutan natrium hidroksida, kocok kuat.
Prosedur Tambahkan 3 ml Larutan jenuh natrium sulfat ke dalam 5 ml Larutan uji: terbentuk gumpalan putih. Tambahkan beberapa tetes iodum LP ke dalam 5 ml Larutan uji: terjadi gumpalan hijau biru tua pada permukaan larutan, dan warna menghilang setelah diaduk.
KEMURNIAN
-
Susut pengeringan <912> Tidak lebih dari 14%. Lakukan pengeringan pada suhu 105o selama lebih kurang 5 jam hingga bobot tetap.
-
Abu total Tidak lebih dari 1,0% terhadap zat yang telah dikeringkan. Lakukan penetapan seperti tertera pada Abu <707>.
-
Protein Tidak lebih dari 3%. Timbang saksama lebih kurang 1 g zat. Lakukan penetapan menggunakan Metode 1 (Metode Kjeldahl) seperti tertera pada Penetapan kadar nitrogen <84>. Persentase nitrogen yang diperoleh dikalikan dengan 6,25 sehingga menghasilkan persentase protein di dalam zat.
-
Sisa pelarut <716> Metanol tidak lebih dari 200 bpj; 2-propanol tidak lebih dari 1000 bpj. Lakukan penetapan dengan cara kromatografi gas headspace seperti tertera pada Metode 1 dalam Sisa pelarut <716>.
Larutan uji Timbang saksama lebih kurang 120 mg zat masukkan ke dalam vial headspace. Tambahkan 5 ml air dan 1 ml Larutan pembanding internal, untuk memperoleh kadar zat sebesar 2%.
-
Timbal Tidak lebih dari 2 bpj. Lakukan penetapan menggunakan teknik spektroskopi serapan atom yang sesuai seperti tertera pada Cemaran logam <702>.
-
Uji mikrobiologi <51> Angka lempeng total: tidak lebih dari 5000 cfu per g; E.coli: negatif dalam 1 g; Salmonella spp: negatif dalam 5 g; Kapang dan khamir: tidak lebih dari 500 cfu per g.
PENETAPAN KADAR
Larutan iodum 0,5% - larutan kalium iodida 1,0% Timbang saksama lebih kurang 500 mg iodum P dan 1,0 g kalium iodida P, masukkan ke dalam gelas piala 100 ml, tambahkan 75 ml air deionisasi dan masukkan batang pengaduk magnetik ke dalam gelas piala. Tutup dengan plastik dan aluminium foil untuk melindungi dari cahaya. Aduk selama 2 jam dengan pengaduk magnetik, lanjutkan pengadukan selama 30 menit dan periksa kelarutan sempurna. Pindahkan ke dalam labu tentukur 100-ml dan encerkan dengan air deionisasi sampai tanda, aduk homogen. Simpan larutan dalam lemari pendingin dan jauhkan dari cahaya. Larutan stabil di lemari pendingin, tanpa cahaya selama beberapa bulan.
Larutan natrium sulfat 15% Masukkan 800 ml air deionisasi ke dalam gelas piala 1000 ml, masukkan batang pengaduk magnetik, tambahkan 150 g natrium sulfat P sambil diaduk hingga semua natrium sulfat larut. Pindahkan ke dalam labu tentukur 1000-ml dan encerkan dengan air deionisasi sampai tanda, aduk sampai homogen. Simpan larutan pada suhu ruang.
Pembanding induk gom biji asam jawa Buat larutan pembanding gom biji asam jawa 0,5% yang telah disaring dan dibasakan. Sentrifugasi untuk menghilangkan cemaran. Endapkan dengan menambahkan 2-propanol P, saring. Bilas endapan dengan 2-propanol P. Ulangi langkah presipitasi dan filtrasi, keringkan dan haluskan, simpan dalam desikator.
Larutan uji Masukkan 170 ml air deionisasi pada suhu kamar ke dalam gelas piala. Timbang saksama lebih kurang 1 g zat (ukur susut pengeringan secara terpisah [%]), masukkan ke dalam gelas piala sambil diaduk pada suhu ruang selama 15 menit. Tambahkan air deionisasi hingga 200 g dan aduk homogen. Timbang saksama lebih kurang 1 g larutan, tambahkan air deionisasi hingga tepat 50 g dan aduk homogen. Dibuat segar.
Larutan pembanding kerja Masukkan 170 ml air deionisasi pada suhu ruang ke dalam gelas piala. Timbang saksama lebih kurang 1 g Pembanding induk gom biji asam jawa. Masukkan sambil diaduk dengan air deionisasi pada suhu ruang selama 15 menit. Tambahkan air deionisasi hingga tepat 200 g, aduk hingga homogen. Timbang saksama lebih kurang 4 g larutan ini, tambahkan air deionisasi hingga tepat 40 g, aduk hingga homogen.
Larutan pembanding Timbang saksama lebih kurang 2,0; 3,0; 4,0; 5,0 dan 6,0 g larutan, tambahkan air deionisasi hingga tepat 20 g dan aduk hingga homogen. Gunakan larutan dengan kadar 0,005, 0,0075, 0,01, 0,0125 dan 0,015 % (b/b) (setara dengan berturut-turut 50, 75, 100, 125, dan 150 µg/g), dibuat segar. Hitung kadar dari Pembanding induk gom biji asam jawa (terhadap zat kering) untuk setiap larutan yang dibuat.
Prosedur Masukkan masing-masing 1 ml air deionisasi (blanko), Larutan uji atau Larutan pembanding ke dalam tabung reaksi. Tambahkan 2 ml Larutan natrium sulfat 15% dan 0,25 ml Larutan iodum 0,5% - larutan kalium iodida 1% ke dalam setiap tabung reaksi. Lakukan duplo untuk setiap Larutan baku, Larutan uji, dan blanko.
Setelah pengadukan kuat selama beberapa detik, sumbat tabung reaksi, segera simpan di dalam lemari pendingin dalam kondisi gelap. Biarkan selama tidak kurang dari 1 jam untuk mengikat iodin, kemudian biarkan selama 30 menit pada suhu ruang dalam kondisi gelap. Atur blanko pada spektrofotometer pada panjang gelombang serapan maksimum lebih kurang 640 nm hingga absorban nol. Ukur Larutan uji dan Larutan pembanding pada panjang gelobang serapan maksimum lebih kurang 640 nm.
Buat kurva baku serapan terhadap kadar Larutan pembanding sehingga diperoleh koefisien korelasi paling kurang 0,99. Jika koefisien korelasi kurang 0,99, ulangi pembuatan Larutan pembanding.
Hitung persentase gom biji asam jawa dalam zat dari kurva baku
| T | = | % gom biji asam jawa dalam zat |
| D | = | Kadar gom biji asam jawa dalam Larutan uji (µg/g) |
| WT | = | Bobot zat (g) |
| L | = | Persentase susut pengeringan zat |