BIRU BERLIAN FCF
Brilliant Blue FCF
INS 133;
CAS [3844-45-9];
SINONIM CI Food Blue 2, FD&C Blue No.1, CI (1975) No. 42090
Dinatrium 3-[N-etil-N-[4-[[4-[N-etil-N-(3-sulfonatobenzil)-amino]fenil](2-sulfonatofenil)metilen]-2,5-sikloheksa-dien-1-yliden]ammoniometil]-benzensulfonat;
Garam dinatrium N-etil-N-[4-[[4-[etil-(3-sulfofenil)metil]amino]fenil](2-sulfofenil)metilen]-2,5-siklohexadien-1-yliden]-3-sulfobenzenmetanaminium;
Dinatrium;2-[[4-[etil-[(3-sulfonatofenil)metil]amino]fenil]-[4-[etil-[(3-sulfonatofenil)metil]azaniumylidien]sikloheksa-2,5-dien-1-yliden]metil]benzensulfonat;
Dinatrium α-(4-(N-etil-3-sulfonatobenzilamino)fenil)- α-(4-(N-etil-3-sulfonatobenzilamino)sikloheksa-2,5-dienyliden)toluen-2-sulfonat
| C37H34N2Na2O9S3 | BM 792,86 |
DEFINISI Biru berlian mengandung terutama dinatrium3-[N-etil-N-[4-[[4-[n-etil-N-(3-sulfobenzil)-amino]fenil](2-sulfofenil)metilen]-2,5-sikloheksadien-1-yliden]ammoniometil]benzensulfonat dan isomernya serta zat warna lain bersama dengan natrium klorida dan/atau natrium sulfat sebagai dasar komponen utama bahan tak berwarna. Dibuat dengan kondensasi asam 2-formibenzensulfonat dengan campuran asam 3-[(N-etil-N-fenilamino)metil]benzelsulfonat dan 2- dan 4- isomer untuk membentuk prekursor leuco base. Oksidasi prekursor leuco base mengandung senyawa krom atau mangan menghasilkan pewarna yang menghasilkan pewarna yang dimurnikan dan diisolasi sebagai garam dinatrium.
[Catatan: Zat warna dapat dikonversi terhadap Aluminium lake dan berlaku Spesifikasi umum untuk aluminium lake dari zat warna]
Biru berlian mengandung C37H34N2Na2O9S3 tidak kurang dari 85% total zat warna.
PEMERIAN Serbuk atau granul, biru.
KELARUTAN Larut dalam air, sedikit larut dalam etanol.
PENGGUNAAN Pewarna.
IDENTIFIKASI
Hilangkan persyaratan
Pewarna <1301> Memenuhi uji.
Tambahan persyaratan
Spektrum serapan larutan dalam air memberikan serapan maksimum pada panjang gelombang 629 nm.
Perubahan
KEMURNIAN
-
Susut pengeringan <912> Tidak lebih dari 15% bersama klorida dan sulfat dihitung sebagai garam natrium. Lakukan pengeringan pada suhu 135o.
Prosedur Timbang 2,0–3,0 g zat (W1) dalam botol timbang yang sudah ditara dan sumbatnya. Panaskan dalam oven pada suhu 135o (±5o) hingga bobot tetap (W2). Dinginkan botol dan residu dalam desikator sebelum setiap penimbangan. Hitung susut pengeringan dengan rumus berikut:
-
Zat tidak larut air <914> Tidak lebih dari 0,2%.
-
Pewarna ikutan Tidak lebih dari 6%. Lakukan penetapan dengan cara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi fase balik seperti tertera pada Kromatografi <903>
Fase gerak A Ammonium asetat 0,05 M dalam air.
Fase gerak B Ammonium asetat 0,05 M dalam metanol P.
Pembanding pewarna Biru berlian FCF atau setara (gunakan jika pembanding tidak tersedia).
Larutan uji Timbang saksama lebih kurang 500 mg zat, masukkan ke dalam labu tentukur 100-ml, larutkan dan encerkan dengan air sampai tanda. Jika perlu, encerkan untuk memisahkan pewarna ikutan dari komponen pewarna primer.
Sistem kromatografi Kromatografi cair kinerja tinggi dilengkapi dengan UV-Vis/PDA 629 nm, kolom 150 mm × 2,1 mm berisi C-18, dengan ukuran partikel 5 µm, laju alir 0,2 ml/menit.
Kromatograf diprogram sebagai berikut:
| Waktu (menit) | Fase gerak A (%) | Fase gerak B (%) |
|---|---|---|
| 0 | 90 | 10 |
| 7 | 60 | 40 |
| 15 | 52 | 48 |
| 30 | 45 | 55 |
| 39 | 30 | 70 |
| 39,1 | 0 | 100 |
| 44 | 0 | 100 |
| 44,1 | 90 | 10 |
| 54 | 90 | 10 |
Prosedur Suntikkan secara terpisah sejumlah volume sama (lebih kurang 2 µl) Larutan uji dan pembanding ke dalam kromatograf. Rekam kromatogram dan ukur semua respon puncak. Hitung persentase tiap zat pewarna ikutan dalam zat.
-
Senyawa organik selain pewarna Tidak lebih dari 1,5% jumlah 2-, 3- dan 4- asam formilbenzensulfonat. Tidak lebih dari 0,3% asam 3-[[N-etil-N-(4-sulfofenil)amino]metil] benzensulfonat. Lakukan penetapan dengan cara Kromatografi cair kinerja tinggi fase balik seperti tertera pada Kromatografi <903>
Fase gerak A Ammonium asetat 0,05 M dalam air.
Fase gerak B Ammonium asetat 0,05 M dalam metanol P.
Pembanding
-
-
Garam natrium, asam 2-formilbenzensulfonat (gunakan untuk menghitung isomer 2-, 3-, dan 4- ); dan
-
Garam kalsium, asam benzensulfonat 3-[[N-etil-N-(-4-sulfofenil)amino]metil]
-
Larutan uji Timbang saksama lebih kurang 500 mg zat, masukkan ke dalam labu tentukur 100-ml, larutkan dan encerkan dengan air sampai tanda.
Sistem kromatografi Kromatografi cair kinerja tinggi dilengkapi dengan UV-Vis/PDA 254 nm, kolom 150 mm × 2,1 mm berisi C-18, dengan ukuran partikel 5 µm, laju alir 0,2 ml/menit. Kromatograf diprogram seperti tertera pada Pewarna ikutan.
Prosedur Suntikkan secara terpisah sejumlah volum sama (lebih kurang 2 µl) Larutan uji dan Pembanding ke dalam kromatograf. Rekam kromatogram dan ukur semua respon puncak. Hitung total persentase senyawa organik dalam zat.
-
Leuco base dalam pewarna trietilmetan tersulfonasi <1306> Tidak lebih dari 5%. Timbang saksama lebih kurang 130 mg zat dan lakukan menurut cara yang tertera pada prosedur Leuco Base insulfonated triarylmethane Colours. Serapan jenis (a) 164 g/L/cm pada panjang gelombang lebih kurang 629 nm. Rasio = 0,971.
-
Amin aromatis primer tidak tersulfonasi <1305> Tidak lebih dari 0,01% dihitung sebagai anilin.
-
Zat terekstraksi eter <1303> Tidak lebih dari 0,2%.
-
Timbal Tidak lebih dari 2 bpj. Lakukan penetapan menggunakan teknik spektroskopi serapan atom yang sesuai seperti tertera pada Cemaran logam <702>.
-
Kromium <712> Tidak lebih dari 50 bpj.
-
Mangan Tidak lebih dari 100 bpj. Lakukan penetapan menggunakan teknik spektroskopi serapan atom yang sesuai seperti tertera pada Cemaran logam <702>.
Perubahan
PENETAPAN KADAR Lakukan penetapan seperti tertera pada Prosedur 1 dalam Kadar total pewarna secara spektrofotometri seperti tertera pada Pewarna <1301>. Gunakan amonium asetat 0,04 M sebagai pelarut, absorptivitas (a) 164 L/(g-cm). Ukur serapan pada panjang gelombang serapan maksimum 629 nm.