Natrium Aluminosilikat

NATRIUM ALUMINOSILIKAT

Sodium Aluminiumsilicate
INS 554
CAS 1344-00-9

SINONIM Sodium silicoaluminate, Sodium aluminosilicate; Aluminium sodium silicate; Silicic acid, Aluminium sodium salt.

xSiO2 · yAl2O3 · zNa2O

DEFINISI Natrium aluminosilikat merupakan jenis dari hablur natrium aluminium silikat hidrat dengan variasi jumlah Na2O, Al2O3 and SiO2. Dihasilkan melalui pengendapan dari reaksi aluminium sulfat dan natrium silikat.

PEMERIAN Serbuk hablur halus atau butiran; putih; tidak berbau.

KELARUTAN Tidak larut dalam air.

PENGGUNAAN Anti kempal.

IDENTIFIKASI

  1. Aluminium, Natrium, Silika Lakukan penetapan dan penyiapan Larutan uji dengan teknik ICP-AES seperti tertera pada Cemaran Logam <726>. Tetapkan parameter instrumen seperti yang ditetapkan produsen. Gunakan garis analitik untuk Al (396,15 nm), Na (589,52 nm) dan Si (251,611 nm).

  2. pH <909> Antara 6,5 dan 11,5. Lakukan penetapan menggunakan larutan (5 dalam 100)

  3. Susut pengeringan <912> Tidak lebih dari 8,0%. Lakukan pengeringan pada suhu 105° selama 2 jam.

  4. Sisa pemijaran <913> Tidak kurang dari 5,0% dan tidak lebih dari 11,0% dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan. Lakukan pemijaran pada suhu 1000° hingga bobot tetap.

KEMURNIAN

  1. Cemaran larut asam hidroklorida 0,5 N Timbal tidak lebih dari 5 bpj; Arsen tidak lebih dari 3 bpj; Raksa tidak lebih dari 1 bpj. Timbang sejumlah zat, digesti dalam asam hidroklorida 0,5 M grade spektroskopi selama 30 menit. Dinginkan, saring menggunakan penyaring membran dengan porosistas 0,1 μm. Bilas penyaring membran dua kali, tiap kali menggunakan asam hidroklorida 0,5 M. Gabungkan filtrat dan bilasan dan tambahkan asam hidroklorida 0,5 M sampai volume tertentu. Lakukan penetapan seperti tertera pada Cemaran logam <702>

PENETAPAN KADAR

Silikon dioksida:

Tidak kurang dari 66% dan tidak lebih dari 88%.

Aluminium oksida (Al2O3):

Tidak kurang dari 5% dan tidak lebih dari 15%.

Natrium oksida (Na2O):

Tidak kurang dari 5% dan tidak lebih dari 8.5%.

Dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.

Larutan uji Timbang saksama lebih kurang 500 mg zat dalam krus platina atau nikel, tambahkan 5 g kalium hidroksida P dan 2 g asam borat P, campur dan lelehkan menggunakan torch burner dan biarkan pada suhu ruang. Masukkan yang krus berisi lelehan zat ke dalam gelas piala 250-ml yang berisi 150 ml air deionisasi panas. Larutkan residu dengan pengocokan. Bilas krus dengan air deionisasi panas dan angkat. Tambahkan 50 ml asam hidroklorida P dan pindahkan larutan ke dalam labu tentukur propilen 250-ml. Bilas gelas piala sebanyak tiga kali, tiap kali dengan air deionisasi panas. Masukkan bilasan ke labu tentukur, tambahkan air sampai tanda.

Larutan blangko Encerkan asam hidroklorida 2% (1 dalam 5)

Lakukan penetapan Alumunium, Natrium dan Silika terhadap zat yang telah dikeringkan dengan teknik ICP-AES seperti tertera pada Cemaran Logam <726>.

Tetapkan parameter instrumen seperti yang ditetapkan oleh produsen. Gunakan garis analitik untuk Al (396,15 nm), Na (589,52 nm) dan Si (251,611 nm). Rekam dan buat kurva larutan baku masing-masing 0,2 sampai 5,0 μg/ml. Tetapkan kadar dalam μg/ml Alumunium, Natrium dan Silika dengan menggunakan kurva baku.

Hitung persentase alumunium oksida, natrium oksida dan silikon dioksida dalam zat menggunakan rumus

Alumunium

Natrium

Silika

C = konsentrasi alumunium, natrium atau silika larutan uji (μm/ml)
B = konsentrasi alumunium, natrium atau silika larutan blangko (μm/ml)
W = bobot zat pijar (g)
DF = faktor pengenceran