Beta–Karoten Dari Blakeslea Trispora

BETA–KAROTEN DARI BLAKESLEA TRISPORA

β –Caroten from Blakeslea trispora
INS 160a(iii);
CAS [7235-40-7]

SINONIM CI Food Orange 5

β-karoten

C40H56 BM 536,88

DEFINISI Beta karoten Blakeslea trispora diperoleh dari proses fermentasi jamur Blakeslea trispora tipe (+) dan (-) yang sudah matang seksual. Zat warna diisolasi dari biomassa dengan cara ekstraksi dan dilanjutkan dengan penghabluran. Zat warna utama sebagian besar mengandung isomer trans β-karoten dan isomer cis β-karoten dalam jumlah bervariasi. Dalam jumlah kecil terkandung juga karotenoid dengan γ-karoten sebagai komponen utama. Sebagai pelarut pengekstraksi dan pelarut dalam proses pemurnian hanya digunakan etanol, isopropanol, etil asetat dan isobutil asetat. Dalam perdagangan berbentuk suspensi dalam minyak nabati (food grade) dan serbuk yang dapat didispersikan dalam air.

Beta karoten dari Blakeslea trispora mengandung C40H56 tidak kurang dari 96,0% total senyawa pewarna sebagai β-karoten.

PEMERIAN Hablur atau serbuk hablur, merah atau merah kecokelatan.

KELARUTAN Tidak larut dalam air, praktis tidak larut dalam etanol, sukar larut dalam minyak nabati.

PENGGUNAAN Pewarna.

IDENTIFIKASI

  1. Ukur serapan Larutan uji yang digunakan pada Penetapan kadar pada panjang gelombang antara 300 dan 600 nm. Spektrum menunjukkan shoulder pada panjang gelombang 427 nm, serapan maksimum pada panjang gelombang 455 nm dan 483 nm: perbandingan A455/A483 antara 1,14 dan 1,18. Tetapkan serapan enceran Larutan uji yang digunakan pada Penetapan kadar pada panjang gelombang 455 nm dan 340 nm. Perbandingan A455/A340 tidak kurang dari 15.

KEMURNIAN

  1. Abu sulfat Tidak lebih 0,2%. Lakukan penetapan seperti tertera pada Abu <707>.

  2. Karotenoid selain β-karoten Tidak lebih dari 3,0% terhadap total senyawa pewarna. Lakukan penetapan dengan cara Kromatografi cair kinerja tinggi seperti tertera pada Kromatografi <903>

Fase gerak metanol P-tetrahidrofuran P yang mengandung 50 mg/l L-asam askorbat (99:1)

Larutan uji Timbang saksama 25 mg zat, masukkan ke dalam labu tentukur 100-ml, larutkan dan encerkan dengan tetrahidrofuran P sampai tanda. Pipet 1 ml larutan tersebut ke dalam labu tentukur 25-ml, encerkan dengan campuran Fase gerak sampai tanda. Larutan dibuat segar.

Sistem kromatografi Kromatograf cair kinerja tinggi dilengkapi dengan detektor UV/VIS panjang gelombang 445 nm atau detektor photo diode array, refrigerated autosampler dan integrator, kolom C18 berukuran 4,6 mm x 25 cm yang berisi Vydac 218 TP54 dengan ukuran partikel 5 μm atau yang setara, pertahankan suhu kolom pada suhu 30º, laju alir 0,6 ml per menit.

Prosedur Suntikkan sejumlah volume (10 μl) Larutan uji. Eluasi selama 25 menit. Rekam kromatogram, ukur semua respon puncak. Waktu retensi untuk β-karoten (semua isomer trans) lebih kurang 19 menit dan merupakan puncak terbesar pada kromatogram. Waktu retensi untuk γ-karoten lebih kurang 20 menit dan puncak pada waktu retensi lebih kurang 22 menit merupakan isomer 13-cis. Hitung persentase γ-karoten terhadap total β-karoten dengan rumus:

A1 = Respon puncak γ-karoten

A2 = Respon puncak β-karoten all-trans

A3 = Respon puncak gabungan dari semua isomer cis karoten.

  1. Sisa pelarut <716> Etanol dan etil asetat tidak lebih dari 0,8% tunggal atau campuran; Isopropanol tidak lebih dari 0,1%; Isobutil asetat tidak lebih dari 1,0%.

  2. Timbal Tidak lebih dari 2 bpj. Lakukan penetapan menggunakan teknik spektroskopi serapan atom yang sesuai seperti tertera pada Cemaran logam <702>

PENETAPAN KADAR Lakukan penetapan Kadar pewarna dengan spektrofotometri (metode 2), seperti tertera pada Pewarna <1301> menggunakan lebih kurang 80 mg zat; volume ketiga labu tentukur V1 = V2 = V3 = 100 ml; volume dari dua pipet v1 = v2 = 5 ml; Serapan jenis (A 1cm1%) 2500. Ukur pada panjang gelombang serapan maksimum lebih kurang 455 nm. Hitung Kadar Pewarna Total (%) menggunakan rumus:

A = Serapan dari Larutan uji yang diencerkan 2 kali pada panjang gelombang 455 nm
D = Faktor pengenceran