Besi Oksida Merah

BESI OKSIDA MERAH

Iron oxide red
INS 172(ii);
CAS [1309-37-1]

SINONIM CI Pigment Red 101 and 102; CI (1975) No. 77491;

Besi oksida merah; Ferri oksida anhidrat, besi(III) oksida anhidrat;

Fe2O3

BM 159,70

DEFINISI Besi oksida diperoleh dari perendaman panas, hidrasi air, dekomposisi, pencucian, penyaringan, pengeringan, dan penggilingan besi sulfat. Besi oksida dihasilkan dalam bentuk anhidrat atau terhidrasi. Rentang warna mulai dari kuning, merah, coklat, dan hitam. Perbedaan besi oksida tara pangan dengan kualitas teknis adalah kadar cemaran logam yang rendah, hal ini diperoleh dengan cara pemilihan dan pengendalian sumber besi dan/atau dengan peningkatan kemurnian kimia selama proses pembuatan.

Besi oksida mengandung Fe tidak lebih 60,0%.

PEMERIAN Serbuk merah.

KELARUTAN Tidak larut dalam air, dalam pelarut organik, larut dalam asam mineral pekat.

PENGGUNAAN Pewarna

KEMURNIAN

  1. Susut pengeringan <912> Tidak lebih dari 1,0%. Lakukan pengeringan pada suhu 105° selama 4 jam.

  2. Zat larut air Tidak lebih dari 1,0%. Lakukan penetapan sebagai berikut: Timbang saksama lebih kurang 5 g zat, masukkan ke dalam gelas piala 250 ml, tambahkan 200 ml air dan panaskan selama 5 menit, aduk untuk mencegah percikan. Dinginkan, pindahkan larutan ke dalam labu tentukur 250-ml, cuci sisa larutan dengan 25 ml air, masukkan air pencuci ke dalam labu tentukur, encerkan dengan air sampai tanda. Diamkan selama 10 menit, saring. Pindahkan 100 ml filtrat ke dalam gelas piala kering yang sudah ditara, evaporasi secara hati-hati larutan di atas tangas air, keringkan residu pada suhu 105-110° selama 2 jam, dinginkan gelas piala dan residu pada desikator. Timbang residu dan hitung persentase zat larut air dengan rumus:

WR = Bobot residu (g)
WS = Bobot zat uji (g)
  1. Arsen Tidak lebih dari 3 bpj. Lakukan penetapan seperti tertera pada Cemaran logam <702>

  2. Kadmium Tidak lebih dari 1 bpj. Lakukan penetapan seperti tertera pada Cemaran logam <702>

  3. Timbal Tidak lebih dari 10 bpj. Lakukan penetapan seperti tertera pada Cemaran logam <702>

  4. Raksa Tidak lebih dari 1 bpj. Lakukan penetapan menggunakan teknik serapan atom uap dingin yang sesuai seperti tertera pada Cemaran logam <702>.

PENETAPAN KADAR Timbang saksama lebih kurang 0,2 g zat, masukkan ke dalam Labu Erlenmeyer 200 ml, tambahkan 10 ml asam hidroklorida 5N, didihkan secara hati-hati hingga zat larut. Dinginkan, tambahkan 6 sampai 7 tetes hidrogen peroksida 30%, didihkan kembali secara hati-hati lebih kurang 2-3 menit hingga hidrogen peroksida menguap. Dinginkan, tambahkan 30 ml air dan 2 g kalium iodida P, diamkan selama 5 menit. Tambahkan 30 ml air dan kanji LP sebagai indikator, titrasi dengan natrium tiosulfat 0,1 N LV.

Tiap ml natrium tiosulfat 0,1N

setara dengan 5,585 mg Fe(III)