Zat Pereduksi sebagai Glukosa <722>

ZAT PEREDUKSI SEBAGAI GLUKOSA <722>

Metode I (Volumetri)

Timbang saksama lebih kurang 1 g zat masukkan ke dalam labu Erlenmeyer 250 ml, larutkan dalam 10 ml air, tambahkan 25 ml tembaga(II) sitrat, basa LP, tutup labu dengan gelas piala kecil. Didihkan perlahan selama tepat 5 menit dan dinginkan segera hingga suhu ruang. Tambahkan 25 ml larutan asam asetat P 10%, 10 ml iodum 0,1 N, 10 ml asam hidroklorida encer LP dan 3 ml kanji LP, titrasi dengan natrium tiosulfat 0,1 N LV hingga warna biru hilang. Hitung presentase zat pereduksi (sebagai D-glukosa) dengan rumus:

V1 dan N1 = Volume (ml) dan normalitas larutan iodum
V2 dan N2 = Volume (ml) dan normalitas larutan natrium tiosulfat
2,7 = Faktor kesetaraan D-glukosa, yang ditentukan secara empiris

Metode II (Gravimetri)

Timbang saksama lebih kurang 7 g zat masukkan ke dalam gelas piala 400 ml, larutkan dengan 35 ml air, campur. Tambahkan 25 ml tembaga(II) sulfat LP dan 25 ml tartrat LP, basa. Tutup gelas piala dengan kaca arloji, panaskan sampai mendidih pada lebih kurang 4 menit dan didihkan selama tepat 2 menit. Saring tembaga(I) oksida yang mengendap melalui krus Gooch yang telah dicuci sebelumnya dengan air panas, etanol P dan eter P, dan dikeringkan pada suhu 100° selama 30 menit, kemudian ditara. Cuci dengan air panas seluruh endapan pada penyaring, lalu dengan 10 ml etanol P dan akhirnya dengan 10 ml eter P, dan dikeringkan pada suhu 100° selama 30 menit: bobot tembaga(I) oksida tidak lebih dari persyaratan yang tertera pada masing – masing monografi.