Alfa Siklodekstrin
α-Cyclodextrin
INS 457
CAS [10016-20-3]
SINONIM α-Schardinger dextrin, α-dextrin, cyclohexaamylose, cyclomaltohexaose, α-cycloamylase
Sikloheksaamilose
| (C6H10O5)6 | BM 972,85 |
DEFINISI alfa siklodekstrin adalah suatu sakarida siklik non-pereduksi terdiri dari enam unit ikatan α-1,4-D-glukopiranosil yang dihasilkan dari aktivitas siklodekstrin glukosiltransferase (CGTase, EC 2.4.1.19) pada pati terhidrolisa. Perolehan kembali dan pemurnian α-siklodekstrin dapat dilakukan dengan salah satu prosedur berikut: pengendapan kompleks α-siklodekstrin dengan 1-dekanol, disolusi dalam air pada suhu yang meningkat dan pengendapan kembali, stripping uap pembentuk kompleks, dan kristalisasi α-siklodekstrin dari larutan; atau kromatografi penukar ion atau filtrasi gel yang diikuti dengan proses kristalisasi α-siklodekstrin dari larutan induk yang telah dimurnikan; atau metode pemisahan membran seperti filtrasi ultra dan osmosis terbalik.
Alfa siklodekstrin mengandung (C6H10O5)6 tidak kurang dari 98% dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan.
PEMERIAN Hablur padat, putih atau hampir putih, tidak berbau.
KELARUTAN Sangat mudah larut dalam air, sedikit larut dalam etanol.
PENGGUNAAN Pengental, penstabil.
IDENTIFIKASI
-
Jarak lebur <907> Terurai di atas suhu 278°.
-
Rotasi optik <910> Antara +145° dan +151°. Lakukan penetapan menggunakan larutan 1%.
-
Waktu retensi kromatogram puncak utama α-siklodekstrin pada Larutan uji sesuai dengan Larutan pembanding seperti tertera pada Penetapan kadar.
KEMURNIAN
-
Air <908> Metode karlfischer Tidak lebih dari 11%
-
Residu pembentuk kompleks (1-dekanol) Tidak lebih dari 20 bpj. Lakukan penetapan secara kromatografi gas seperti tertera pada Kromatografi <903>
Dapar Larutkan 606 mg Dapar Triss P dan 430 mg kalsium sulfat dihidrat P dalam 500 ml air. Atur pH hingga pH 6,5 dengan penambahan asam fosfat pekat P
Larutan pembanding internal Tambahkan 50 mg 1-oktanol kualitas kromatografi pada 250 ml tetrahidrofuran P.
Larutan pembanding persediaan Larutkan 75,0 mg 1-dekanol kualitas kromatografi dalam 100 ml Larutan pembanding internal.
Larutan pembanding Encerkan Larutan pembanding persediaan secara kuantitatif dengan Larutan pembanding internal hingga kadar lebih kurang 7,5 μg/ml
Larutan uji Larutkan 750 mg zat dan 50 mg glukoamilase dalam 7 ml Dapar dalam wadah bersumbat yang sesuai. Tambahkan 100 μl Larutan pembanding internal dan 50 μl siklodekstrin glukosiltransferase 500 U/ml. Tutup rapat, campur dan inkubasikan dalam tangas air pada suhu 40° selama 4 jam.
Sistem kromatografi kromatograf gas dilengkapi dengan detektor ionisasi nyala, kolom kapiler 0,32 mm x 25 m, dilapisi dengan dimetilpolisiloksan setebal 0,5μm, pertahankan suhu kolom 60° selama 1 menit, naikkan suhu 20°/menit hingga 300° pertahankan selama 7 menit, tempat penyuntikkan pada suhu 265°, gas pembawa helium P, laju alir lebih kurang 1 ml/menit.
Prosedur suntikkan secara terpisah dengan volume yang sama (lebih kurang 1μm) Larutan pembanding dan Larutan uji rekam kromatogram, ukur respon puncak, kemudian hitung kadar bpj (dalam larutan zat) dengan rumus :
rU = perbandingan respon puncak 1-dekanol dan 1-oktanol dalam Larutan uji
rS = perbandingan respon puncak 1-dekanol dan 1-oktanol dalam Larutan pembanding
CS = kadar 1-dekanol dalam μg/ml Larutan pembanding
W = bobot zat dalam mg Larutan uji
-
Senyawa mereduksi sebagai dekstrosa Tidak lebih dari 0,5%
[Catatan Kadar dekstrosa jika ditetapkan dengan prosedur di bawah ini dan ada α-siklodekstrin akan lebih rendah dibanding tanpa α-siklodekstrin. Sehingga, pembanding α-siklodekstrin dimasukkan dalam prosedur pembuatan kurva baku]
Pereaksi Timbang saksama lebih kurang 10,0 g 3,5-asam dinitrosalisilat, masukkan dalam labu tentukur 1000-ml. Tambahkan 80 ml air, panaskan dalam tangas air. Buat larutan 16,0 g natrium hidroksida P dalam 200 ml air dan larutan 300 g natrium kalium tartrat P dalam 500 ml air. Masukkan kedua larutan ke dalam labu tentukur 1000-ml yang sama, tambahkan air sampai tanda dan diamkan selama 24 jam. Jika ada endapan saring sebelum digunakan.
Larutan pembanding Timbang saksama lebih kurang 1,0 g dekstrose anhidrat P, masukkan dalam labu tentukur 100-ml, larutkan dan encerkan dengan air sampai tanda.
Larutan kalibrasi Timbang saksama lebih kurang 1,0 g α-siklodekstrin P masukkan ke dalam masing-masing sebelas labu tentukur 10-ml (beri nomor 0 sampai 10). Tambahkan berturut-turut 0; 0,1; 0,2; ...; 1,0 ml Larutan pembanding ke dalam masing-masing sebelas labu, tambahkan air sampai tanda. Pipet 1 ml masing-masing Larutan kalibrasi, masukkan ke dalam labu tentukur 10-ml yang lain, masukkan 1 ml Pereaksi, panaskan semua labu dalam tangas air mendidih selama 10 menit. Dinginkan segera hingga suhu ruang, tambahkan air sampai tanda. Ukur serapan masing-masing larutan pada panjang gelombang 545 nm, gunakan air sebagai blangko. Buat kurva kalibrasi serapan masing-masing larutan terhadap kadar dekstrosa.
Larutan uji Timbang saksama lebih kurang 10,0 g zat, masukkan ke dalam labu tentukur 100-ml, larutkan dalam 80-90 ml air meggunakan tangas ultra-sonifikasi, pada suhu 30° selama 15 menit, tambahkan air sampai tanda.
Prosedur Siapkan enam labu tentukur 10-ml (beri tanda a sampai f) dan pipet 1,0 ml Pereaksi ke dalam masing-masing labu. Pipet 1,0 ml Larutan uji ke dalam labu a, b, dan c. Pipet 1,0 ml Larutan kalibrasi nomor 0, 3, dan 6 ke dalam labu d, e, dan f. Kocok kuat semua labu masukkan ke dalam tangas air mendidih selama 10 menit. Dinginkan sampai suhu ruang, tambahkan air sampai tanda. Ukur serapan masing-masing larutan pada panjang gelombang 545 nm, gunakan air sebagai blangko.
[Catatan Hasil dinyatakan absah jika serapan larutan labu d, e, dan f tidak menyimpang lebih dari 5% kurva kalibrasi]. Hitung kadar senyawa mereduksi dalam mg/ml larutan labu a, b, dan c dan hitung rata-rata (CRS) dengan rumus:
WRS = 10CRS
WRS = bobot rata-rata dalam mg senyawa mereduksi (sebagai dektrosa), yang diperoleh dari kurva kalibrasi
WTS = bobot dalam mg zat yang digunakan dalam Larutan uji.
-
Abu sulfat Tidak lebih dari 0,1%. Lakukan penetapan seperti tertera pada Abu <707>.
-
Timbal Tidak lebih dari 1 bpj. Lakukan penetapan menggunakan teknik spektroskopi serapan atom yang sesuai seperti tertera pada Cemaran logam <702>.
PENETAPAN KADAR Lakukan penetapan dengan cara Kromatografi cair kinerja tinggi seperti tertera pada Kromatografi <903>
Fase gerak Asetonitril P-air (67:33)
Larutan pembanding Buat larutan α-siklodekstrin P dengan kadar lebih kurang 10 mg per ml, jika perlu ultrasonikasi selama 10-15 menit.
Larutan uji Buat larutan zat dengan kadar lebih kurang 10 mg per ml, jika perlu ultrasonikasi selama 10-15 menit. Saring melalui penyaring 0,45 mikrometer.
Sistem kromatografi Kromatograf cair kinerja tinggi dilengkapi dengan detektor refraktif indeks, Kolom 4 mm x 25 cm berisi Nucleosil-100-NH2 dengan ukuran partikel 10 µm atau yang setara, pertahankan suhu kolom pada 40°, laju alir 2,0 ml/menit,
Prosedur Suntikkan sejumlah volum sama (10μl) Larutan uji dan Larutan pembanding ke dalam kromatograf. Rekam kromatogram, dan ukur respon puncak α-siklodekstrin. Hitung persentase α-siklodekstrin dalam zat dengan rumus:
rU = respon puncak α-siklodekstrin dalam Larutan uji
rS = respon puncak α-siklodekstrin dalam Larutan pembanding
CS = kadar α-siklodekstrin dalam mg/ml Larutan pembanding
CU = kadar α-siklodekstrin dalam mg/ml Larutan uji