Agar-agar

Agar-agar

Agar
INS 406
CAS [9002-18-0]

SINONIM Gelose, Japan agar, Bengal, Ceylon, Chinese or Japanese Isinglass, Layor Carang.

DEFINISI Agar-agar adalah masa hidrofilik kering, koloidal yang diekstraksi dari ganggang laut tertentu famili Rhodopyceae. Merupakan suatu polisakarida, terutama terdiri dari D- dan L- galaktosa. Lebih kurang setiap sepuluh unit galaktopiranosa mengandung satu kelompok ester sulfat. Polisakarida juga mengandung ion kalsium, magnesium, kalium dan natrium.

Agar-agar mengandung tidak lebih dari 0,25% ambang kadar gel.

PEMERIAN Berupa lapisan tipis seperti membran saling melekat, atau bentuk potongan pipih, granul atau serbuk; keras jika lembab, rapuh jika kering. Berwarna jingga kekuningan, abu–abu kekuningan sampai kuning muda atau tidak berwarna. Serbuk agar putih hingga kekuningan atau kuning muda. Tidak berbau atau berbau khas lemah.

KELARUTAN Tidak larut dalam air dingin, larut dalam air mendidih.

PENGGUNAAN Pembentuk gel, pengemulsi, pengental, peningkat volume, dan penstabil.

IDENTIFIKASI

  1. Pembentukan gel dengan air Larutkan 1% zat dengan air mendidih dalam labu, masukkan labu ke dalam air pada suhu 30° selama 15 menit: terbentuk gel. Masukkan labu kedalam air pada suhu 70° selama 1 jam: gel tidak mencair. Jika suhu dinaikkan hingga 95°: gel akan mencair dan terbentuk larutan jernih.

  2. Pengendapan dengan larutan amonium sulfat Larutan hangat (40°) 0,5% zat ditambah larutan amonium sulfat P 40% hangat (40°) setengah volume: terbentuk endapan. Uji ini membedakan agar dari alginat, gom arab, gom gati, gom karaya, pektin dan tragakan.

  3. Pengendapan dengan larutan timbal asetat Larutan hangat 0,5% zat ditambah larutan timbal asetat LP seperlima volume: terbentuk endapan. Uji ini membedakan dari metil selulosa.

  4. Mikroskopik Letakkan beberapa potongan agar atau serbuk pada kaca objek dan tambahkan beberapa tetes air atau kloralhidrat LP. Amati di bawah mikroskop. Dalam air akan terbentuk granul dan sedikit menyerupai serabut. Dalam kloralhidrat LP lebih transparan.

KEMURNIAN

  1. Penyerapan air Masukkan 5 g zat ke dalam gelas ukur 100 ml, tambahkan air sampai 100 ml, kocok dan biarkan pada suhu 25° selama 24 jam. Tuangkan melalui wol kaca yang telah dibasahi ke dalam gelas ukur. Air yang diperoleh tidak lebih dari 75 ml.

  2. Susut pengeringan <912> Tidak lebih dari 22%. Lakukan pengeringan pada suhu 105° selama lebih kurang 5 jam hingga bobot tetap. Agar utuh harus dipotong–potong 2-5 mm2 sebelum dikeringkan.

  3. Abu total Tidak lebih dari 6,5%. Lakukan penetapan seperti tertera pada Abu <707> menggunakan zat yang telah dikeringkan.

  4. Abu tidak larut asam Tidak lebih dari 0,5%. Lakukan penetapan seperti tertera pada Abu <707> menggunakan zat yang telah dikeringkan.

  5. Zat tidak larut Tidak lebih dari 1%. Timbang saksama lebih kurang 5 g zat masukkan ke dalam labu refluks tambahkan 500 ml air dan 12 ml asam sulfat P, refluks selama 2 jam. Dinginkan dan saring dengan penyaring kaca masir yang telah ditara. Bilas labu dengan 50 ml air dan saring. Panaskan penyaring pada suhu 105° hingga bobot tetap.

  6. Pati dan dekstrin Tidak terdeteksi. Larutan hangat (40°) 0,5% zat ditambah 2 tetes iodum LP: terjadi warna merah–ungu. Setelah diaduk terjadi warna coklat keemasan.

  7. Gelatin dan protein lain Tidak terdeteksi. Larutan hangat (40°) 0,5% zat ditambah asam pikrat LP hangat volume sama: tidak terbentuk kekeruhan selama 10 menit.

  8. Arsen <708> Tidak lebih dari 3 bpj.

  9. Timbal Tidak lebih dari 5 bpj. Lakukan penetapan menggunakan teknik spektroskopi serapan atom yang sesuai seperti tertera pada Cemaran Logam <702>.

  10. Batas mikroba <51> Angka lempeng total Tidak lebih dari 5000 cfu per g. Buat pengenceran 10-1 dengan melarutkan 50 g zat dalam 450 ml Dapar fosfat Butterfield’s homogenkan dengan blender kecepatan tinggi; Kapang dan khamir Tidak lebih dari 500 cfu per g; Koliform Negatif; Salmonela spp Negatif.

PENETAPAN KADAR Buat larutan zat dengan kadar 0,15%; 0,20%; 0,25% dst, masukkan ke dalam silinder kaca, panjang 150 mm dan diameter dalam 16 mm, sumbat kedua ujungnya. Diamkan selama 1 jam pada suhu 20–25°, buka sumbat. Biarkan gel berbentuk silinder meluncur ke suatu permukaan tertentu. Kadar terendah gel yang tidak pecah selama 5-30 detik adalah kadar gel zat uji.