Kuning FCF

KUNING FCF

Sunset Yellow FCF

INS 110

CAS [2783-94-0]

SINONIM CI Food Yellow 3, Orange Yellow S, CI (1975) No. 15985

Dinatrium 6-hidroksi-5-(4-sulfonatofenilazo)-2-naftalen-sulfonat

C16H10N2Na2O7S2 BM 452,38

DEFINISI Komponen utama garam dinatrium dari asam 6-hidroksi-5-[azo(4-sulfofenil)]-2-naftalensulfonat dan bahan pewarna tambahan bersama dengan natrium klorida dan/atau natrium sulfat sebagai komponen bukan pewarna utama. [Catatan Zat warna dapat dikonversi terhadap Aluminium lake dan berlaku Spesifikasi umum untuk aluminium lake dari zat warna]

Kuning FCF mengandung C16H10N2Na2O7S2 tidak kurang dari 85,0% zat warna total.

PEMERIAN Serbuk atau granul, merah jingga.

KELARUTAN Larut dalam air; agak sukar larut dalam etanol.

PENGGUNAAN Pewarna sintetis.

IDENTIFIKASI

  1. Warna Larutan netral atau asam berwarna jingga kuning. Larutan basa berwarna coklat merah. Jika dilarutkan dalam asam sulfat P: terjadi warna jingga yang menjadi kuning jika diencerkan dengan air.

  2. Pewarna <1301> Memenuhi syarat.

KEMURNIAN

  1. Susut pengeringan <912> Tidak lebih dari 15% dihitung bersama garam natrium klorida dan natrium sulfat.

  2. Zat tidak larut air <914> Tidak lebih dari 0,2%.

  3. Timbal Tidak lebih dari 2 bpj. Lakukan penetapan menggunakan teknik spektroskopi serapan atom yang sesuai seperti tertera pada Cemaran logam <702>.

  4. Pewarna ikutan <1302> Tidak lebih dari 5%; Tidak lebih dari 2% zat warna selain trinatrium 2-hidroksi-1-(4-sulfonatolfenilazo)naftalen-3,6-disulfonat. Gunakan fase gerak 2-butanon:aseton:air:amonia (dengan bobot jenis 0,880) (700:300: 300:2). Fase gerak merambat setinggi lebih kurang 17 cm.

  5. Senyawa organik selain pewarna <1304> Tidak lebih dari 0,5%, total garam natrium asam 4-amino-1-benzensulfonat; garam dinatrium asam 3-hidroksi-2,7-naftalendisulfonat; garam natrium asam 6-hidroksi-2-naftalensulfonat; garam dinatrium asam 7-hidroksi-1,3- naftalendisulfonat; garam dinatrium asam 4,4’-diazoaminobis-benzenesulfonat; garam dinatrium asam 6,6’-oksibis-2- naftalensulfonat. Gunakan gradien eluasi 2 sampai 100% dengan kenaikan 4% per menit diikuti dengan eluasi 100%.

  6. Sudan I (1-(fenilazo)-2-naftalenol) Tidak lebih dari 1 bpj. Lakukan penetapan Kromatografi cair kinerja tinggi seperti tertera pada Kromatografi <903>

Fase gerak A ammonium asetat kualitas kromatografi 0,02 M

Fase gerak B metanol kualitas kromatografi

Larutan baku persediaan Timbang saksama sejumlah Sudan I yang direkristalisasi dari etanol mutlak P larutkan dalam metanol P hingga kadar 10 μg per ml

Larutan baku Pipet 0, 20, 50, 100, 150, 200, and 250 μl Larutan baku persediaan ke dalam 7 labu tentukur 10-ml. Pada tiap labu tambahkan 5 ml metanol P, goyang, tambahkan dan encerkan dengan air sampai tanda. Saring larutan dengan penyaring membran porositas 0,2 µm (Catatan Jangan menggunakan penyaring PVDF Karena PVDF menyerap Sudan I). Kadar masing-masing larutan 0, 0,02, 0,05, 0,10, 0,15, 0,20, dan 0,25 μg per ml.

Larutan uji Timbang saksama lebih kurang 200 mg zat, masukkan ke dalam labu tentukur 10-ml. larutkan dalam 4 ml air, tambahkan 5 ml metanol P dan goyang. Biarkan larutan dingin selama 5 menit, encerkan dengan air sampai tanda. Saring larutan dengan penyaring membran porositas 0,2 µm (Catatan Jangan menggunakan penyaring PVDF Karena PVDF menyerap Sudan I)

Sistem kromatografi Kromatograf cair kinerja tinggi dilengkapi dengan detektor Photodiode Array (485 nm, kolom 2,1 mm x 150 mm disalut dengan 5 μm fase balik C18 atau yang setara dengan kolom pelindung 2,1x10 mm atau yang setara, suhu kolom 25º, laju alir 0,25 ml per menit.

Kromatografi di program sebagai berikut :

Waktu (menit) Fase gerak A (%) Fase gerak B (%) Eluasi
0-5 50 50  
5-15 50 0 50 100 gradien
15-25 0 100 linier

[Catatan kolom harus disetimbangkan kembali pada 50% fase gerak A/50% fase gerak B selama 10 menit]

Kesesuaian sistem Suntikkan tiga kali Larutan baku kadar 0,05 dan 0,25 μg per ml kedalam kromatogram, rekam kromatogram ukur respon puncak, simpangan baku relatif pada penyuntikan ulang tidak lebih dari 2%, waktu retensi Sudan I 19,0 menit.

Prosedur Suntikkan secara terpisah sejumlah volum sama (50 μl) tujuh kadar Larutan baku dan Larutan uji ke dalam kromatograf, rekam kromatogram dan ukur respon puncak. Buat kurva baku dari respon ketujuh Larutan baku. Hitung kadar Sudan I dalam Larutan uji menggunakan larutan kurva baku.

  1. Amin aromatik primer tak tersulfonasi <1305> Tidak lebih dari 0,01% dihitung sebagai anilin

  2. Zat terekstraksi eter <1303> Tidak lebih dari 0,2%

PENETAPAN KADAR Lakukan penetapan seperti tertera pada Total kandungan dengan titrasi menggunakan titan klorida dalam Pewarna <1301> menggunakan 0,5-0,6 g zat dan dapar 10 g natrium sitrat P

Tiap ml TiCl3 0,1 N

setara dengan 11,31 mg zat warna total