010. CENGKEH BUNGA

BUNGA CENGKEH

Syzygii Aromatici Flos

Bunga cengkeh adalah bunga Syzygium aromaticum (L.) Merr. & L.M. Perry, suku Myrtaceae, mengandung minyak atsiri tidak kurang dari 6% v/b atau eugenol tidak kurang dari 0,11%.

Identitas Simplisia

Pemerian Berupa kuncup bunga, keras, bentuk seperti gada dengan ujung melebar pecah menjadi beberapa bagian; warna hitam; bau khas; rasa pedas khas.

Simplisia bunga cengkeh

Mikroskopis

Fragmen pengenal adalah serbuk sari tipe tricolpate, epidermis kelopak bunga dengan sel minyak, epidermis tangkai bunga dengan sel minyak dan kristal kalsium oksalat, epidermis mahkota bunga dengan sel minyak dan kristal kalsium oksalat, epidermis dasar bunga dengan berkas pengangkut penebalan tipe tangga, parenkim dasar bunga

E:\Backup axioo Pak Djoko S\My Documents\HASIL IDENTIFIKASI\Syzygium aromaticum\CIMG1976.JPG E:\Backup axioo Pak Djoko S\My Documents\HASIL IDENTIFIKASI\Syzygium aromaticum\CIMG1982.JPG
  1. Serbuk sari tipe tricolpate

  1. Epidermis kelopak bunga dengan sel minyak

E:\Backup axioo Pak Djoko S\My Documents\HASIL IDENTIFIKASI\Syzygium aromaticum\CIMG1998.JPG E:\Backup axioo Pak Djoko S\My Documents\HASIL IDENTIFIKASI\Syzygium aromaticum\CIMG2001.JPG
  1. Epidermis tangkai bunga dengan sel minyak dan kristal kalsium oksalat

  1. Epidermis mahkota bunga dengan sel minyak dan kristal kalsium oksalat

E:\Backup axioo Pak Djoko S\My Documents\HASIL IDENTIFIKASI\Syzygium aromaticum\CIMG2005.JPG E:\Backup axioo Pak Djoko S\My Documents\HASIL IDENTIFIKASI\Syzygium aromaticum\CIMG2006.JPG
  1. Epidermis dasar bunga dengan berkas pengangkut penebalan tipe tangga

  1. Parenkim dasar bunga

Fragmen serbuk simplisia bunga cengkeh

Senyawa identitas Eugenol

Struktur kimia:

Eugenol

Pola kromatografi

Lakukan Kromatografi lapis tipis seperti tertera pada Kromatografi <61> dengan parameter sebagai berikut:

Fase gerak : Toluen P-aseton P (10:2)

Fase diam : Silika gel 60 F254

Larutan uji : 10% dalam etanol P, gunakan Larutan uji KLT seperti tertera pada Kromatografi <61>

Larutan pembanding : Eugenol 0,05% dalam etanol P

Volume penotolan : Masing-masing 2 µL Larutan uji dan Larutan pembanding

Deteksi : Anisaldehid asam sulfat LP, panaskan pada suhu 100° selama 5-10 menit

Susut pengeringan <111> Tidak lebih dari 21,3%

Kadar abu total <91> Tidak lebih dari 6,7%

Kadar abu tak larut asam <92> Tidak lebih dari 1,2%

Sari larut air <81> Tidak kurang dari 19,5%

Sari larut etanol <82> Tidak kurang dari 14,2%

Kandungan Kimia Simplisia

Kadar minyak atsiri Tidak kurang dari 6,0% v/b

Lakukan penetapan kadar sesuai dengan Penetapan Kadar Minyak Atsiri <71>.

Kadar eugenol Tidak kurang dari 0,11%

Lakukan penetapan kadar dengan cara KLT Densitometri seperti tertera pada Kromatografi <61>, menggunakan:

Fase gerak Toluen P-aseton P (10:2)

Larutan uji Timbang saksama lebih kurang 500 mg serbuk simplisia, masukkan ke dalam vial, larutkan dengan 25 mL etanol P, sonikasi selama 5 menit. Pindahkan larutan ke dalam labu tentukur 25-mL, tambahkan etanol P sampai tanda. Ambil 0,1 mL larutan, masukkan ke dalam labu tentukur 5-mL, tambahkan etanol P sampai tanda.

Larutan pembanding Buat seri kadar eugenol dengan kadar 8,48; 6,36; 4,24; 2,12; 1,06; dan 0,53 µg/mL dalam etanol P.

Prosedur Totolkan secara terpisah 1 μL Larutan uji dan masing-masing seri Larutan pembanding pada lempeng silika gel 60 F254, eluasi dengan Fase gerak. Ukur serapan pada panjang gelombang serapan maksimum 282 nm. Buat kurva kalibrasi.

Hitung persentase eugenol dalam serbuk simplisia dengan kurva baku atau dengan rumus:

Cp = Kadar Larutan pembanding

Au = Serapan Larutan uji

Ap = Serapan Larutan pembanding

V = Volume Larutan uji sebelum pengenceran

f = Faktor pengenceran Larutan uji

W = Bobot bahan uji

EKSTRAK KENTAL BUNGA CENGKEH Syzygii Aromatici Flos Extractum Spissum

Ekstrak kental bunga cengkeh adalah ekstrak yang dibuat dari bunga tumbuhan Syzygium aromaticum (L.) Merr. & L.M. Perry, suku Myrtaceae, mengandung minyak atsiri tidak kurang dari 0,10% v/b atau eugenol tidak kurang dari 0,04%.

Pembuatan Ekstrak <311>

Rendemen Tidak kurang dari 19,6%

Identitas Ekstrak Pemerian Ekstrak kental; warna cokelat; bau aromatik kuat; rasa agak pedas.

Senyawa identitas Eugenol

Kadar air <83> Tidak lebih dari 21%

Kadar abu total <91> Tidak lebih dari 10,2%

Kadar abu tidak larut asam <92> Tidak lebih dari 4,0%

Kandungan Kimia Ekstrak

Kadar minyak atsiri Tidak kurang dari 0,10% v/b

Lakukan penetapan kadar sesuai dengan Penetapan Kadar Minyak Atsiri <71>

Kadar eugenol Tidak kurang dari 0,04%

Lakukan penetapan kadar dengan cara KLT Densitometri seperti tertera pada Kromatografi <61> menggunakan:

Fase gerak Toluen P-aseton P (10:2)

Larutan uji Timbang saksama lebih kurang 20 mg ekstrak, masukkan ke dalam vial, larutkan dengan 1 mL etanol P, sonikasi selama 5 menit.

Larutan pembanding Buat seri kadar eugenol dengan kadar 8,48; 6,36; 4,24; 2,12; 1,06; dan 0,53 µg/mL dalam etanol P.

Prosedur Totolkan secara terpisah 1 μL Larutan uji dan masing-masing seri Larutan pembanding pada lempeng silika gel 60 F254, eluasi dengan Fase gerak. Ukur serapan pada panjang gelombang serapan maksimum 282 nm. Buat kurva kalibrasi.

Hitung persentase eugenol dalam ekstrak dengan kurva baku atau dengan rumus:

Cp = Kadar Larutan pembanding

Au = Serapan Larutan uji

Ap = Serapan Larutan pembanding

V = Volume Larutan uji sebelum pengenceran

f = Faktor pengenceran Larutan uji

W = Bobot bahan uji